Sifat Kelangsaian (Drapeability) Pada Kain Sutera


Pakaian jadi terutama pakaian wanita mempunyai  disain dan jenis bahan yang sangat  bervariasi. Faktor yang penting dalam menentukan mutu pakaian (pakaian wanita) adalah keindahan bentuk yang sesuai dengan tubuh manusia.

Untuk mendapatkan keindahan bentuk tersebut, perlu dilakukan seleksi bahan tekstil dengan sifat-sifat yang sesuai dengan desain dan penggunaannya. Keindahan bentuk pada pakaian jadi sangat berhubungan dengan sifat-sifat mekanik kain yang digunakan dan dapat beradaptasi dengan gerakan tubuh. Sifat-sifat  tersebut  sangat penting untuk mendapatkan aspek teknik dari disain pakaian jadi. Selain parameter mekanik, keindahan bentuk juga berhubungan dengan estetika penampilan yaitu  mutu jahitan (tailorability), penilaian secara subyektif dari  desainer serta gabungan dari sifat mekanik dan  estetika penampilan yaitu kelangsaian (drapeability) dan pegangan (full handle). Menurut Masako Niwa(7), keindahan bentuk pada pakaian jadi dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu  bentuk karena jahitan, bentuk tidak langsai dan bentuk langsai. Bentuk pakaian jadi karena jahitan  sangat bergantung pada kemampuan dan mutu jahitan,  bentuk  tidak langsai atau kaku digunakan khusus  untuk mendapatkan pakaian dengan sifat tertentu  (misalnya pada pakaian pengantin, pakaian balet dan patti coat), sedangkan bentuk  pakaian  dengan sifat langsai keindahan bentuk yang diperoleh terutama dipengaruhi oleh sifat kelangsaian kainnya.
Dengan semakin berkembangnya desain dan mode pakaian jadi, maka dari sifat-sifat tersebut diatas, kelangsaian  bahan  tekstil termasuk hal yang  dominan dalam menentukan  mutu pakaian jadi karena sifat tersebut  merupakan salah satu faktor yang diminati  baik oleh konsumen, desainer maupun  penjahit. Kelangsaian merupakan sifat unik  yaitu  kemampuan kain dalam keadaan bebas  jatuh terorientasi sendiri ke dalam bentuk lengkungan   ke arah lebih dari satu arah   karena beratnya sendiri. Bentuk lengkungan atau lipatan  pada pakaian jadi  merupakan hal yang bersifat obyektif, namun memberikan kesan subyektif dan dapat dijadikan sebagai suatu pertimbangan dalam menentukan pembuatan pakaian jadi, karena bentuk lipatan tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan. Sebagai contoh  pada pakaian jadi yang berlengan, bagian lengan tersebut  sering mendapat gerakan, geseran, tekukan  atau lipatan-lipatan. Pada kain yang mempunyai sifat langsai, maka bagian lengan tersebut tidak dimungkinkan terjadi lengkungan atau lipatan yang tajam (irrecoverably) yang mengganggu kenyamanan pemakai.
Selain itu  bagian  tersebut paling sulit dalam proses penjahitan. Bentuk lengkungan atau lipatan yang  terjadi merupakan efek dari sifat kelangsaian kain dan berhubungan dengan parameter-parameter mekanik. Oleh karena itu   kelangsaian kain  selain mempengaruhi   keindahan bentuk pakaian jadi, juga dapat menghindari kontak mekanik yang kurang nyaman pada tubuh. Pada kain sutera sifat kelangsaian sudah menjadi karakter spesifik kain tersebut, namun banyak faktor yang dapat mempengaruhi sifat  tersebut,  maka   dalam  tulisan ini dibahas sifat kelangsaian kain sutera dan  hal-hal yang dapat mempengaruhi sifat  tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s