Produk Tekstil dengan Pewarna Alam Disukai Pembeli Asing


Penggunaan pewarna  alam pada komoditas  tekstil dan produk tekstil (TPT)  memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia . Pasalnya, pembeli asing lebih menyukai produk-produk dengan pewarna alam.

 

“Pihak buyer lebih menyukai produk busana Indonesia yang diproduksi dengan menggunakan pewarna alam,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, usai meresmikan Pameran Busana Muslim di Jakarta, Selasa (24/5).

Menurutnya, kalangan pembeli asing kini lebih menyukai produk-produk yang bersifat green ketimbang produk yang menggunakan bahan-bahan kimia.

“Karena potensinya yang cukup besar, pemerintah akan terus mendorong penggunaan pewarna alam dalam kegiatan produksi tekstil dan produk tekstil di dalam negeri,” papar Euis.

Apalagi untuk membuat pewarna alam tidaklah sulit karena Indonesia memiliki bahan baku yang cukup beragam untuk membuat pewarna alam. Hal ini dibuktikan dengan beragam tumbuhan yang hidup di Indonesia, yang bisa dijadikan bahan baku komoditas itu.

Namun Euis mengakui tidak mudah untuk mengembangkan produk dengan pewarna alam di pasar Indonesia. “Konsumen di dalam negeri masih belum begitu paham terhadap produk pewarna alam,” katanya.

Dia mencontohkan, konsumen lebih menyukai produk tekstil dengan warna yang mencolok. Padahal untuk tekstil yang menggunakan pewarna alam, warnanya tidaklah terlalu mencolok.

Untuk meningkatkan pemahaman dan daya tarik konsumen terhadap produk tekstil dengan pewarna alam, ugkap Euis, pihaknya kini tengah mencari cara yang tepat agar produk dengan pewarna alam bisa diterima masyarakat konsumen, khususnya di dalam negeri, secara lebih luas sehingga komoditas tekstil dan produk tekstil Indonesia bisa berjaya di pasar dalam negeri dan luar negeri.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan, produk tekstil Indonesia, khususnya busana muslim, memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspornya mengingat permintaan masyarakat internasional terhadap busana muslim makin meningkat.

Misalnya saja di Inggris.  Saat ini di negara tersebut terdapat sekitar 1,5 penduduk muslim. Dengan jumlah penduduk muslim sebesar itu, ada potensi transaksi busana muslim di negara itu sekitar 150 juta dolar AS.

Menperin juga mengingatkan kalangan pengusaha busana muslim untuk terus mengantisipasi pemulihan pasar dalam negeri terhadap produk tersebut dengan memproduksi busana muslim yang dapat diterima pasar.

 

Sumber : http://agroindonesia.co.id/2011/05/25/produk-tekstil-dengan-pewarna-alam-disukai-pembeli-asing/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s