Peran Industri TPT Terhadap Pertumbuhan Ekonomi


Wednesday, 24 June 2009

Ade Sudrajat
The Vice Chairman
Indonesian Textile Association (API)

Pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan utama akhir-akhir ini. Karena pertumbuhan ekonomi merupakan tolak ukur kemajuan suatu negara. Lantas bagaimana pengaruh industri TPT dalam pertumbuhan ekonomi? Apa yang menjadi masalah pada industri TPT? Serta bagaimana peluang industri TPT kedepan? Berikut cuplikan hasil wawancara dengan Ade Sudrajat Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) :

T : Saat ini pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan publik, peran industri terhadap ekonomi itu seperti apa?

J : Peran industri ini sangat besar dalam penyelenggaraan suatu negara, karena pertumbuhan dari warga masyarakat, pertumbuhan penduduk yang begitu cepat tentu harus disiapkan lapangan pekerjaannya. Dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang cepat ini tentu sektor lain tidak secepat sektor industri. Katakanlah sektor pertanian daya serapnya (tenaga kerja-red) sangat kecil, sangat lambat tapi cukup besar juga. Kemudian industri dapat menyerap dalam waktu pendek dengan jumlah yang signifikan. Sehingga peran dalam PDB, peran incomont capital, peran supply and demand kebutuhan masyarakat ditentukan oleh banyak atau tidaknya serapan tenaga kerja.

T : Peran industri TPT terhadap industri sendiri bagaimana?

J : Ya pasti dari sektor non migas, TPT masih mempunyai peran yang baik, masih nomor satu dibanding industri yang lain, karena mampu menyerap tenaga kerja yang besar di atas satu juta yang merupakan sektor padat karya. Kemudian kita menghasilkan nett devisa yang rata-rata pertahunnya diatas 5 milyar.

T : Besarnya / kontribusi industri TPT terhadap Produk Domestik Bruto?

J : Sektor industri TPT masih dibawah 4 % dari PDB, tapi dalam sektor manufaktur kita sangat besar dengan 4 % ini.

T : Pasar industri TPT Indonesia sekarang bagaimana?

J : Pasar kita tidak terlalu gembira dibandingkan dengan Vietnam yang gross-nya masih cukup signifikan, bahkan dia bisa mendekati eq USD 9,3 milyar sedangkan kita yang sudah 30 tahun lebih baru USD 10,5 milyar. Mereka baru 5 tahun sudah USD 9,3 milyar. Artinya kita tidak banyak berubah, tentu ada yang salah dalam diri kita dan harus disadari kesalahan itu apa dan permasalahan paling banyak bukan di industri namun di pengelolaan negara.

T : Permasalahan yang ada dalam industri TPT sekarang ini?

J : Energi tetap suatu yang membuat produk bisa berdaya saing tinggi, kalau energinya murah tentu bisa berdaya saing. Jadi kita berhemat hanya untuk membayar PLN, membayar keteledoran atau inefisiensi di PLN. Jadi seharusnya inefisiensi di PLN jangan ditimpakan pada kita. Masalah lainnya adalah sistem perdagangan kita harus segera diperbaiki dan juga kesadaran perpajakan dari seluruh sektor riil sehingga barang impor tidak bisa masuk.

T : Pengaruh rancangan undang-undang DPR terhadap kenaikkan PPN?

J : Kalau pajak naik tanpa memperhatikan kondisi perekonomian secara menyeluruh maka itu suatu bentuk kekerasan negara kepada masyarakat. Harusnya itu dilihat dari kemampuannya. Kalau kondisi tidak mampu maka akan membahayakan stabilitas politik dan keamanan.

T : Mengenai Sumber Daya Manusia sendiri?

J : Kalau SDM sudah menuju pada trek yang baik, karena trek yang baik ini diawali dengan pemerintah yang menyetujui 20 % APBN untuk pendidikan. Pemerintah akan memprioritaskan SMK daripada SMA, karena 40 tahun sekarang ini kita dididik untuk menjadi masyarakat yang generalisir. Kedepan kita harus menjadi orang-orang yang dengan keahliannya masing-masing. Itu suatu hal yang menandakan kita akan maju.

T : Proyeksi kedepannya seperti apa?

J : Kita sangat bergantung kepada siapa yang akan menjadi presiden, mau lanjutkan atau lebih cepat lebih baik atau pro rakyat. Kita harus menanyakan kepada capres ini target waktu untuk menyelesaikan masalah yang ada, ya semacam kontrak politik. Berapa lama waktu untuk menyelesaikannya. Itu suatu hal yang sangat penting kedepannya. Kalau Indonesia seperti yang lama-lama ini Indonesia akan ketinggalan. Pertama kita ketinggalan oleh Malaysia kemudian Singapura dan sekarang ketinggalan sama Thailand, sebentar lagi akan ketinggalan sama Vietnam. Jadi Indonesia mau menjadi negara apa? Kalau kita terus memimpin dengan gaya-gaya sekarang, kita harus merubah paradigma kita.

T : Target yang ingin di capai industri TPT seperti apa di tahun 2009? Berapa persen?

J : Kita tetap optimis naik seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah. Tahun 2009 ini kita tidak muluk-muluk dengan pertumbuhan target 4-5 %. Kalau pemerintah mampu menyelesaikan dua hal tadi kenaikan bisa mencapai 10 %.

T : Target jangka panjangnya bagaimana?

J : Tergantung pemerintahnya siapa, kalau dia berani menyelesaikan dalam waktu tertentu. Tentu kita bisa memproyesikan jangka panjang, kalau seperti yang sekarang-sekarang ini kita tidak bisa memproyeksi. Mungkin tahun 2015 tidak akan jauh berbeda, jadi jangka pendeknya dulu.***

 

Sumber : http://www.indotextiles.com/index.php?option=com_content&task=view&id=823&Itemid=102

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s