Panen lokal lesu, impor kapas 4 bulan pertama 2011dari AS melesat 373,12%



2070456442p Panen lokal lesu, impor kapas 4 bulan pertama 2011dari AS melesat 373,12%

JAKARTA. Impor kapas dari Amerika Serikat (AS) periode Januari-April 2011 melesat tinggi. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor kapas dari negeri Paman Sam itu Januari-April 2011 sebesar US$ 324.594.550. Nilai ini melonjak 373,12% dibandingkan Januari-April 2010 yang sebesar US$ 68.607.242.

Marjuni Alimurgi, Ketua Asosiasi Petani Kapas (Aspekindo), mengungkapkan, kenaikan impor kapas dari AS itu sudah diprediksi sebelumnya. Selama ini, memang menjadi importir kapas dunia karena produksi lokal tidak dapat mengimbangi permintaan.

tahun 2010 misalnya, produksi kapas nasional hanya sekitar 26.000 ton. Ini hanya memenuhi 5% saja total kebutuhan kapas nasional yang mencapai 550.000 ton per tahun. “Impor kapas yang tinggi itu bukan sesuatu yang baru,” ungkap Marjuni kepada KONTAN, Kamis (9/6).

Namun untuk kasus periode Januari-April ini, Marjuni mengungkapkan, faktor penyebab yang membuat nilai impor kapas dari AS melambung tinggi. periode itu, beberapa negara eksportir kapas seperti Australia dilanda bencana banjir berkepanjangan. Ini membuat perkebunan kapas di sana mengalami gagal panen. Imbasnya, pasokan kapas dari Australia tersendat.

Ade Sudrajat, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan (API) menambahkan, tingginya nilai impor itu lebih banyak didorong oleh kenaikan harga kapas yang fenomenal 4 bulan pertama 2011 akibat menurunnya pasokan dunia. bulan Maret misalnya, harga kapas sempat menyentuh rekor tertinggi di level US$ 203,97 per pound.

Bandingkan dengan level harga akhir tahun 2010 yang masih US$ 112,08 per pound. “Secara otomatis nilai impor kapas melesat, karena harganya juga naik drastis,” ungkap Ade kepada KONTAN.

Ade juga menduga kenaikan nilai impor ini dipicu oleh meningkatnya permintaan kapas dari industri tekstil negeri. Di awal tahun ini, ada beberapa investasi baru di bidang pertekstilan . Ini jelas mengerek kebutuhan kapas yang menjadi bahan baku utama industri tekstil. Oleh karena itu, aktivitas impor kapas dari AS kian kencang.

Terancam gagal panen

Di tengah kian kencangnya impor kapas dari AS, prospek kapas negeri di tahun ini kemungkinan masih buruk. Marjuni bahkan khawatir bakal mengalami gagal panen musim tanam tahun 2011. Berdasarkan pantauan Aspekindo, cuaca panas masih menyelimuti beberapa daerah lumbung kapas seperti Sulawesi Selatan (Sulsel).

Marjuni bilang, para petani kapas akan kelabakan jika sampai Juli nanti hujan tak jua turun. Terlebih mayoritas perkebunan kapas berada di daerah pegunungan yang jarang aliran sungai. Pemerintah bersama Aspekindo sebenarnya sudah mengantisipasi ini dengan program pengadaan sumur bor di perkebunan kapas.

Di Sulses misalnya, sudah dibuat sekitar 10 sumur bor di beberapa perkebunan kapas. Masalahnya, jumlah itu belum memadai mengingat luas areal perkebunan kapas di Sulsel mencapai 4.500 hektare. “Kalau hujan tidak juga turun, kami pasrah saja jika nanti gagal panen,” keluh Marjuni.

Informasi saja, periode tanam 2011, Kementerian Pertanian sebenarnya menargetkan produksi kapas nasional bisa menembus 33.000 ton per tahun. Target ini lebih tinggi 26,92% dari produksi tahun 2010 yang 26.000 ton.

 

Sumber : http://arsipberita.com/show/panen-lokal-lesu-impor-kapas-4-bulan-pertama-2011dari-as-melesat-37312-243068.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s