Dalam Sebulan, Omzet Penjualan Tekstil di Indonesia Rp 7,95 Triliun


Selasa, 31 Mei 2011
tekstil 

 

 

 

 

Tahukah Anda berapa omzet penjualan tekstil di Indonesia pada tahun ini. Pada 2011, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memprediksi, pasar tekstil di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 95,5 triliun. Jika dihitung rata-rata per bulan, omzet penjualan tekstil di Indonesia mencapai Rp 7,95 triliun.

Angka itu merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Penjualan tekstil di Indonesia terus meningkat dari Rp 77,6 triliun pada 2009, kemudian meningkat menjadi Rp 85,4 triliun di 2010. Pasar tekstil Indonesia terdiri dari konsumsi pakaian jadi dengan volume 1,35 juta ton serta konsumsi kain 478 ribu ton.

Penjualan tekstil itu meliputi kemeja, t-shirt, celana, jeans, dasi, kaos kaki, handuk, jaket, jas, kerudung, pakaian dalam, kain kebaya, saputangan, sarung tangan, gordin, mantel, sarung, kelambu, karpet, dan produk lainnya.

Namun, pasar tekstil Indonesia itu sebagian besar dipasok oleh produk China. Ketua Umum API Ade Sudrajat memprediksi, pangsa tekstil impor asal China di 2010 mencapai 55%, sedangkan produk tekstil lokal hanya 45%. “Pangsa produk impor terutama dari China makin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Kenaikan impor tekstil dari China lebih terbuka sejak pemberlakuan perdagangan bebas Asean-China (ACFTA). Pangsa pasar produk tekstil lokal menurun dari 67% pada 2009 menjadi hanya 45% pada 2010.

Pada 2014, pangsa pasar produk tekstil lokal diprediksi hanya 39% atau setara Rp 39 triliun dari total penjualan TPT domestik sebesar Rp 130 triliun. Dengan kata lain, produk tekstil China yang masuk ke Indonesia bakal menguasai 70% pasar lokal dengan nilai sekitar Rp 91 triliun.(Tim redaksi 03)

Rekomendasi
Proyeksi kenaikan pangsa pasar produk impor dari China menunjukkan bahwa industri tekstil nasional membutuhkan perlindungan khusus dari pemerintah. Jika tidak, industri tekstil nasional tidak bisa memanfaatkan potensi pasar lokal yang besar. Pemerintah mesti mengatur agar iklim usaha industri tekstil menjadi kompetitif, dengan memberikan energi murah, kemudahan distribusi, keringanan pajak, agar industri nasional mampu bersaing dengan produk impor di pasar domestik. Jika industri lokal kalah bersaing, penyerapan tenaga kerja akan terhambat. Itu berarti Indonesia menyubsidi industri China.

 

Sumber : http://www.duniaindustri.com/tekstil/431-dalam-sebulan-omzet-penjualan-tekstil-di-indonesia-rp-795-triliun.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s