TPT Nasional 2010; Ekspor Melejit, Industri Stagnan


Pertumbuhan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia ditahun 2010 tumbuh melejit hingga mencapai 21,2% atau sebesar US$ 11,32 milyar. Pertumbuhan ini didorong oleh nilai ekspor serat buatan terutama serat rayon yang tumbuh 46,7%, benang dan kain 29,3%  serta pakaian jadi dengan kontribusi nilai tersebesar yang mencapai US$ 6,7 milyar atau tumbuh 15,3%. Kinerja ekspor TPT Indonesia ini dipengaruhi oleh membaiknya situasi ekonomi dunia yang cukup mendorong kenaikan konsumsi TPT dunia hingga tumbuh sekitar 4% hingga 5%.

 

Dipasar Amerikat Serikat yang menjadi salah satu pasar utama TPT dunia, tahun 2010 menunjukan pertumbuhan impor hingga 15% atau sebesar US$ 94,2 milyar. Indonesia menduduki posisi ke-4 sebagai negera suplier dengan pertumbuhan 14,6% dibawah China yang tumbuh 21,7%, Vietnam, 16,7% dan India 16,7%.

 

Impor TPT tahun 2010 didominasi oleh impor benang dan kain yang naik hingga 70,1%, impor pakaian jadi 45,8% dan impor serat terutama kapas yang naik 35% sehingga total pertumbuhan nilai impor TPT ditahun 2010 mencapai 57,2% atau sebesar US$ 5,92 milyar. Tingginya pertumbuhan impor kain disebabkan tingginya permintaan industri garment yang berorientasi ekspor menyusul lemahnya dayasaing industri pertenunan nasional. Sedangkan tingginya impor serat lebih dikarenakan lonjakan harga kapas yang tahun lalu bisa mencapai US$ 2,8/kg.

 

Sedangkan dipasar domestik, perbaikan kinerja ekonomi mendorong konsumsi TPT nasional. Meskipun share konsumsi TPT masih berada pada level 2% dari total pengeluaran masyarakat, namun pertumbuhan konsumsi total masyarakat tahun 2010 sangat cukup untuk mendorong konsumsi TPT hingga tumbuh 28% menjadi 1,35 juta ton dari 1,05 juta ton ditahun 2009.

 

Kami memperkirakan pertumbuhan konsumsi TPT didunia sangat dipengaruhi oleh penyelenggaraan Piala Dunia di Afrika Selatan. Lonjakan konsumsi tidak hanya terjadi di Afrika saja, namun di hampir seluruh belahan dunia. Sedangkan lonjakan konsumsi dipasar domestik selain momen lebaran dan Piala Dunia, yang terakhir didorong oleh penyelenggaraan Piala ASIA Football Federation (AFF) yang baru saja berakhir.

 

Namun gemilangnya kinerja ekspor dan konsumsi dipasar domestik tidak serta merta memperbaiki kinerja industri TPT nasional yang diperkirakan masih berada dibawah level 4% kecuali untuk garment yang mungkin bisa diatas 5% menyusul peningkatan output yang cukup besar baik dilakukan oleh garment besar yang berorientasi ekspor maupun ukm atau konveksi yang berorientasi pasar domestik.

 

Stagnasi industri TPT lebih disebabkan oleh ketidak-mampuan kita menyerap potensi investasi baru yang merelokasikan pabriknya dari China, Korea Selatan dan Taiwan. Investasi yang terjadi beberapa tahun terakhir ini lebih pada moderinsasi permesinan dan sedikit perluasan kapasitas usaha. DalamTiga tahun terakhir banyak investor luar yang akan membangun pabrik disini, namun karena ketidaktersediaan energi listrik mereka beralih ke Vietnam dan Bangladesh, padahal kalau mereka jadi berinvestasi disini, ekspor kita tahun ini bisa mencapai lebih dari 30%.

 

Dipasar domestik, meskipun terjadi lonjakan konsumsi yang diikuti oleh lonjakan penjualan produk pakaian jadi lokal sekitar 60% atau menjadi 734 ribu ton, namun permasalahan produk ilegal masih cukup dominan. Dimana dari total konsumsi masyarakat 2010 yang sebesar 1,35 juta ton, penjualan produk lokal hanya 734 ribu ton atau sebesar 54%, produk impor sebesar 54 ribu ton atau 4% dan produk ilegal diperkirakan mencapai 573 ribu ton atau sekitar 42%.

 

 

 

Sumber : http://www.indotextiles.com/index.php?option=com_content&task=blogsection&id=4&Itemid=62

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s