Perawatan Tekstil


Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali aspek perawatan tekstil menjadi urusan nomor belakang karena dianggap tidak terlalu penting. Ini dapat dimengerti dengan alasan bahwa kita dapat setiap saat menganggapnya tidak layak pakai dan mengganti dengan yang baru. Tapi tentu akan berbeda halnya jika menyangkut bahan-bahan yang memiliki nilai sejarah, baik yang bersifat perorangan ataupun kedaerahan apalagi nasional semacam bendera pusaka kita “Sang Saka Merah Putih” misalnya. Mengabaikan perawatannya bisa berarti menghilangkan jejak dan rekaman sejarah. Padahal, setiap peninggalan sejarah memiliki nilai dan arti tersendiri bagi kita yang hidup di masa kini, juga untuk generasi yang akan datang. Karena itu, memelihara benda-benda tersebut supaya memiliki usia ketahanan sepanjang mungkin adalah penting.

“Historic textiles represent a hugely important part of material culture; they provide rich evidence of social history, international trade, agricultural development, artistic trends and technological progress.” (Dr Paul Wyeth, Lecturer in Conservation Science.)1

Tekstil bersejarah mewakili bagian sangat penting dari budaya tentang bahan; ia menghadirkan bukti-bukti yang sangat kaya mengenai sejarah sosial kemasyarakatan, perdagangan internasional, perkembangan pertanian, tren artistik dan kemajuan teknologi.

museum tekstilKalau mau tahu bahan-bahan tekstil bersejarah cobalah berkunjung ke Museum Nasional atau Museum Tekstil (menyimpan hampir 1800 potong tekstil2 berusia sangat tua dari berbagai rupa dan jenis) di Jakarta. Di sana kita akan menemukan koleksi berbagai bahan tekstil kuno yang disimpan karena nilai-nilai sejarah, budaya maupun seninya. Kraton biasanya juga banyak menyimpan bahan-bahan tekstil yang pada umumnya berhubungan erat dengan prosesi kerajaan semacam baju-baju kebesaran. Di samping itu, tidak sedikit pula kolektor perorangan yang membuka koleksinya untuk umum, misalnya Galeri Batik Kuno Danar Hadi di Solo.

tekstil - dodot

Perawatan dan konservasi bukan hanya monopoli benda-benda kuno tapi juga sama pentingnya untuk bahan-bahan tekstil kontemporer, terutama yang memiliki nilai seni dan artistik tinggi seperti batik atau kain-kain tenun eksotik semacam songket. Agar bahan-bahan tekstil awet dalam waktu yang panjang, diperlukan perawatan khusus yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai sifat-sifat kimia dan fisik bahan tekstil. Untuk tekstil bersejarah, pengetahuan mengenai riwayat bahan juga sangat penting dan seringkali justru sangat menentukan tindak perawatan dan perbaikan yang diperlukan.

Faktor apa sajakah yang mempengaruhi keadaan suatu bahan tekstil? Penurunan kualitas struktur tekstil dan unsur-unsur estetik maupun dekoratif yang ada padanya merupakan proses degradasi yang alami sifatnya. Perubahan suhu dan kelembaban udara, kadar cahaya ultraviolet (UV), cahaya matahari dan radiasi infra merah, serta cara penanganan yang salah (misalnya tempat dan cara menyimpan atau memajang) adalah beberapa faktor yang secara signifikan ikut merpercepat proses degradasi. Kendali yang baik atas faktor-faktor tersebut dapat meminimalkan kerusakan dan memperpanjang usia bahan.

Cahaya matahari dan fluoresen yang mengeluarkan radiasi sinar ultraviolet yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan yang terus-menerus, kumulatif, dan permanen terhadap serat. Oleh sebab itu, tempat yang paling disarankan untuk memajang dan menyimpan bahan tekstil adalah tempat yang kadar cahayanya rendah, sehingga kerusakan serat dan penurunan kecerahan warna dapat dihindari sejauh mungkin. Di sisi lain, udara yang lembab, hangat, dan kurang bersirkulasi dengan baik juga akan mendorong tumbuhnya jamur yang dapat menodai serat tekstil dan menurunkan kekuatannya. Jamur dapat mulai tumbuh pada tingkat kelembaban 60% atau lebih. Karena itu, kelembaban relatif ruang yang disarankan untuk menyimpan bahan tekstil adalah pada level sekitar 50% dengan temperatur antara 15-20° C.

tekstil dimakan ngengat

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah kemungkinan munculnya berbagai macam serangga yang pada umumnya menyerang bahan wol, sutera, dan bahan bulu lainnya, sehingga perlu dihambat dengan cara menjaga area penyimpanan dan mengusahakan agar bahan yang disimpan dalam keadaan tetap bersih. Sejenis kamper biasanya dapat digunakan untuk mengusir serangga, namun tidak dapat membunuh atau menghentikan pertumbuhannya, bahkan tidak memiliki efek apapun terhadap jenis serangga tertentu. Di sisi lain, paradiklorobenzen (PDB) yang memiliki efek mematikan lebih baik, juga tidak direkomendasikan untuk saat ini, karena beracun dan membahayakan bagi manusia. Kalaupun harus digunakan, maka kita perlu menghindari kontak langsung antara bahan kimia dengan bahan tekstil untuk meminimalkan kerusakan, disamping kita juga perlu mengontrol dampaknya terhadap warna, kekuatan serat, dan lain-lain. Menemukan alternatif cara atau zat kimia (jenis insektisida atau disinfektan lain) yang lebih aman digunakan, tampaknya merupakan pilihan paling tepat.

Pada umumnya kertas, logam, dan kayu dapat menurunkan kualitas bahan tekstil, sehingga tidak boleh mengalami kontak langsung dengan bahan tekstil, terutama jenis katun, linen, dan rayon. Dalam hal ini, asam dapat berpindah dari kayu dan kertas ke bahan tekstil sepanjang waktu dan menyebabkan timbulnya warna kekuningan serta pengeroposan bahan. Untuk melindungi dari migrasi asam ini, dapat dipilih sejenis lapisan tissu bebas asam, papan bebas asam, atau katun muslin yang belum dikelantang. Katun muslin yang digunakan, harus dicuci setiap tahunnya agar kondisi netral dapat selalu dipertahankan. Kalaupun bahan kayu tetap diinginkan sebagai tempat menyimpan tekstil, maka sebaiknya bahan-bahan kayu tersebut dilapisi terlebih dahulu dengan pernis poliuretan.

Plastik sebaiknya tidak digunakan untuk menyimpan karena dapat menghambat sirkulasi udara dan memungkinkan terbentuknya reaksi samping akibat terjadinya dekomposisi. Selain dapat menimbulkan terbentuknya jamur karena kondisi lembab dan terperangkap, plastik juga dapat menarik debu karena adanya gaya listrik statik.

Dalam pertekstilan kita juga mengenal istilah textile care. Secara harafiah artinya adalah “perawatan tekstil”, akan tetapi ini lebih ditujukan untuk bahan-bahan tekstil sehari-hari. Pada kesempatan berikutnya kita juga akan membahas aspek perawatan yang satu ini.

Berkas gratis tentang perawatan tekstil terhadap serangan serangga di sini (Bahasa Inggris).

    1. http://www.jgpubs.com/hist_textiles.html, diakses 24/01/2009.
    2. http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/08/18060739/koleksi.museum.tekstil.bertambah, diakses 24/01/2009.

 

Sumber : http://thinktextiles.blogspot.com/2009/01/perawatan-tekstil.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s