Momen lebaran, Tingkatkan Produk domestik, Minimalkan Impor Ilegal


Wednesday, 05 August 2009

Umat muslim akan merayakan hari raya idul fitri pada bulan September mendatang. Hal ini tentu saja berpengaruh besar terhadap konsumsi tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama islam. Konsumsi TPT musim lebaran kali ini diprediksi mencapai 450 ribu ton atau melonjak 63% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang hanya menyentuh angka 276 ribu ton. Kenaikan ini tidak sebesar kuartal yang sama tahun lalu. Idealnya, musim lebaran mampu melonjakkan konsumsi dalam negeri hingga lebih dari 100% jika dibandingkan kuartal sebelumnya pada tahun yang sama.

Lonjakan musim lebaran tahun ini tidak sebesar musim lebaran biasanya., ini dipengaruhi oleh musim pemilihan umum pada kuartal I dan II tahun 2009. Data riset indotextiles menyebutkan, musim pemilihan legislatif 2009 melonjakkan konsumsi pasar domestik hingga 25% pada kuartal I dan musim pemilihan presiden 2009 menaikkan konsumsi pasar domestik hanya 15% pada kuartal II jika dibandingkan kuartal yang sama tahun 2008.

Faktor lain yang menyebabkan konsumsi pasar domestik tidak sebesar biasanya adalah karena pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 diprediksi sebesar 4% dengan inflasi 6%. Angka ini mengidentifikasikan semakin menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berimbas pada semakin menurunnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan sandang. Dengan asumsi konsumsi pasar domestik sebesar 450 ribu ton, menunjukkan penurunan sebesar 6,25% jika dibandingkan dengan konsumsi pasar domestik kuartal III tahun 2008 sebesar 480 ribu ton.

Meningkatnya permintaan pasar domestik karena musim lebaran diimbangi dengan meningkatnya produk impor yang masuk ke Indonesia. Peraturan pemerintah dalam Permendag No.56/M-DAG/PER/12/2008 tentang impor produk tertentu belum cukup mengatasi masalah tersebut. Fatalnya regulasi tersebut hanya mampu menekan laju impor legal saja, sedangkan produk ilegal belum terbendung dan masih menjadi permasalahan serius bagi industri TPT nasional. Dengan melihat data riset indotextiles, untuk pasar domestik pada tahun 2008 impor ilegal TPT mencapai 16%, impor legal 12% dan suplai lokal 72% dari total konsumsi 1.200 juta ton.

Momen lebaran ini seharusnya mampu dimanfaatkan oleh para pelaku industri TPT nasional untuk mensuplai produknya ke pasar domestik. Tentu saja para produsen tekstil tidak mampu berjalan sendirian. Perlu adanya dukungan dari masyarakat yang terus membelu produk domestik dan perhatian khusus pemerintah. Pemegang kebijakan ini sudah seharusnya benar-benar komitmen untuk memerangi produk ilegal dengan mengontrol segala infrastruktur yang menjadi tempat masuknya barang ilegal dan menindak tegas para pelaku yang mensuplai produk haram tersebut.

Sumber : http://www.indotextiles.com/index.php?option=com_content&task=view&id=892&Itemid=62

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s