Monthly Archives: Juli 2011

Helm yang Sejuk Bisa Kurangi Kecelakaan


Helm yang Sejuk Bisa Kurangi Kecelakaan

Suhu di dalam helm sepeda motor dan penutup kepala seperti helm yang dipakai oleh pekerja bangunan dapat diturunkan hingga 9 derajat Celcius dengan menggunakan bahan tekstil inovatif.

Inovasi penting di bidang kesehatan dan keselamatan ini, yang merupakan hasil penelitian Dr Sinnappoo Kanesalingam dari RMIT University, akan menguntungkan orang-orang yang tinggal dan bekerja di negara-negara tropis. Dengan mengurangi stress karena panas dan membuat penutup kepala lebih nyaman dipakai.

Dr Kanesalingam menemukan bahwa dengan menggunakan tekstil inovatif untuk melapisi helm sepeda motor, seperti bahan Polymeric Water Absorbent Textile (PWAT) dan Phase Change Materials (PCM), suhu di dalam helm dapat diturunkan.

“Bahan PWAT menurunkan suhu dalam helm 8 sampai 9 derajat Celcius, sedangkan PCM menurunkan suhu 3 sampai 4 derajat Celcius,” katanya.

Pelapis helm berbahan tekstil ringan, tak beracun dan ramah lingkungan yang terdiri dari sisipan yang dapat diganti, yang terbuat dari PWAT atau PCM, bisa dimasukkan dalam helm tanpa mengubah desain helm yang sudah ada.

“Pelapis ini juga dapat digunakan pada helm baru dan dapat disesuaikan pemakaiannya di bidang lain seperti lokasi konstruksi, di mana helm wajib dikenakan,” ujarnya.

Sejumlah besar kecelakaan sepeda motor terjadi di negara tropis, di mana sepeda motor adalah mode transportasi cepat yang terjangkau.

Dalam sebagian besar kecelakaan ini, cedera kepala adalah yang paling lazim, karena helm sepeda motor tidak dikenakan atau pengendara hanya enggan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Di negara tropis seperti Vietnam, Singapura, Malaysia dan Indonesia, helm sering dianggap tidak nyaman dan membatasi penggunaan, jadi mencari solusi atas masalah meminimalkan cedera kepala dalam kecelakaan amatlah penting,” kata Dr Kanesalingam.

Mengurangi stress karena panas dan ketidaknyamanan pemakai helm di daerah tropis diharapkan akan membantu pengendara sepeda motor untuk lebih berhati-hati, lebih berkonsentrasi di jalan dan menghindari kecelakaan. Manfaat juga akan dirasakan oleh para pekerja bangunan yang mengenakan helm di negara-negara panas seperti Australia.

“Saya berharap temuan saya membujuk para pengendara sepeda motor untuk mengenakan helm sejuk, yang pada akhirnya akan meminimalisir kecelakaan, rawat inap dan luka berat serta akan mengurangi kerugian yang ditanggung oleh masyarakat akibat kecelakaan sepeda motor,” demikian Dr Kanesalingam.

 

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/01/230602/291/7/Helm-yang-Sejuk-Bisa-Kurangi-Kecelakaan

Produk Tekstil dengan Pewarna Alam Disukai Pembeli Asing


Penggunaan pewarna  alam pada komoditas  tekstil dan produk tekstil (TPT)  memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia . Pasalnya, pembeli asing lebih menyukai produk-produk dengan pewarna alam.

 

“Pihak buyer lebih menyukai produk busana Indonesia yang diproduksi dengan menggunakan pewarna alam,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, usai meresmikan Pameran Busana Muslim di Jakarta, Selasa (24/5).

Menurutnya, kalangan pembeli asing kini lebih menyukai produk-produk yang bersifat green ketimbang produk yang menggunakan bahan-bahan kimia.

“Karena potensinya yang cukup besar, pemerintah akan terus mendorong penggunaan pewarna alam dalam kegiatan produksi tekstil dan produk tekstil di dalam negeri,” papar Euis.

Apalagi untuk membuat pewarna alam tidaklah sulit karena Indonesia memiliki bahan baku yang cukup beragam untuk membuat pewarna alam. Hal ini dibuktikan dengan beragam tumbuhan yang hidup di Indonesia, yang bisa dijadikan bahan baku komoditas itu.

Namun Euis mengakui tidak mudah untuk mengembangkan produk dengan pewarna alam di pasar Indonesia. “Konsumen di dalam negeri masih belum begitu paham terhadap produk pewarna alam,” katanya.

Dia mencontohkan, konsumen lebih menyukai produk tekstil dengan warna yang mencolok. Padahal untuk tekstil yang menggunakan pewarna alam, warnanya tidaklah terlalu mencolok.

Untuk meningkatkan pemahaman dan daya tarik konsumen terhadap produk tekstil dengan pewarna alam, ugkap Euis, pihaknya kini tengah mencari cara yang tepat agar produk dengan pewarna alam bisa diterima masyarakat konsumen, khususnya di dalam negeri, secara lebih luas sehingga komoditas tekstil dan produk tekstil Indonesia bisa berjaya di pasar dalam negeri dan luar negeri.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan, produk tekstil Indonesia, khususnya busana muslim, memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspornya mengingat permintaan masyarakat internasional terhadap busana muslim makin meningkat.

Misalnya saja di Inggris.  Saat ini di negara tersebut terdapat sekitar 1,5 penduduk muslim. Dengan jumlah penduduk muslim sebesar itu, ada potensi transaksi busana muslim di negara itu sekitar 150 juta dolar AS.

Menperin juga mengingatkan kalangan pengusaha busana muslim untuk terus mengantisipasi pemulihan pasar dalam negeri terhadap produk tersebut dengan memproduksi busana muslim yang dapat diterima pasar.

 

Sumber : http://agroindonesia.co.id/2011/05/25/produk-tekstil-dengan-pewarna-alam-disukai-pembeli-asing/

Cara Kerja Rompi Anti Peluru


Rompi anti peluru telah lama dikembangkan dan digunakan dalam dunia militer untuk mengurangi jumlah korban yang jatuh pada tentara atau petugas yang menghadapi baku tembak. Fungsinya jelas, yaitu untuk melindungi tubuh dari peluru atau proyektil kecil lainnya yang keluar dari senjata api. Kemungkinan prinsip awal rompi anti peluru diilhami dari baju zirah yang digunakan prajurit pada abad pertengahan.

Pada masa itu, untuk mengurangi luka sayatan atau tusukan pedang atau bahkan luka akibat terjangan anak panah, para ksatria kerajaan (knight) memakai baju dari besi. Sayangnya dengan perkembangan senjata api, perlindungan seperti ini menjadi tidak bermanfaat lagi. Maka dikembangkanlah baju pelindung untuk mementahkan serangan senjata api yang kita kenal dengan sebutan rompi anti peluru. Menurut jenisnya, rompi anti peluru dibedakan menjadi dua, yaitu soft body armor dan hard body armor.
Soft Body Armor
Dalam tugas keseharian atau dalam tugas penyamaran polisi lebih mengutamakan rompi anti peluru yang ringan. Soft body armor umumnya terbuat dari serat Aramid. Material ini ditemukan tahun 1964, oleh Stephanie Kwolek, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja sebagai peneliti pada perusahaan DuPont.
Aramid adalah kependekan dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot, memiliki sifat peredam yang bagus, tahan terhadap asam dan basa, selain itu dapat menahan panas hingga 370°C, sehingga tidak mudah terbakar. Karena sifatnya yang demikian, aramid juga digunakan di pesawat terbang, tank, dan roket. Produk aramid yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar.
Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi. Satu lapisan Kevlar tebalnya kurang dari 1 mm, umumnya standar rompi anti peluru terdiri hingga 32 lapisan dan beratnya bisa mencapai 10 kg.
Hard Body Armor
Dengan menambahi soft body armor dengan lapisan tertentu, dapat dihasilkan hard body armor. Umumnya lapisan terbuat dari keramik, lempengan logam atau komposit. Bentuknya yang tebal dan berat menjadikannya tidak nyaman digunakan, hingga jarang dikenakan dalam tugas keseharian. Hanya dalam tugas khusus yang beresiko tinggi, seperti operasi militer atau operasi tim khusus.
Prinsip Kerja Rompi Anti Peluru
Prinsip kerjanya adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin lontaran energi kinetik peluru, dengan cara menggunakan lapisan-lapisan kevlar untuk menyerap energi laju tersebut dan memecahnya ke penampang rompi anti peluru yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk membuat peluru dapat menembus rompi anti peluru.
Analoginya seperti laju bola yang dapat ditahan oleh jaring gawang. Jaring gawang terdiri dari rangkaian tali yang saling terhubung satu sama lain. Apabila bola tertangkap oleh jaring gawang, maka energi kinetik bola tersebut akan diserap oleh jaring gawang, yang menyebabkan tali di sekitarnya bertambah panjang dan kemudian tekanan tali akan dialirkan ke tiang gawang.
Dalam menyerap laju energi peluru, kevlar mengalami deformasi yang menekan ke arah dalam, tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna. Batas maksimal penekanan kedalam tidak boleh lebih dari 44 mm. Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna rompi anti peluru akan mengalami luka dalam yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa.
Anggapan bahwa pemakai rompi anti peluru dapat terhindar sepenuhnya dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan adalah salah. Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa fungsi utama rompi anti peluru hanyalah untuk menahan peluru. Sehingga peluru tidak sampai masuk ke dalam tubuh pemakai rompi anti peluru.
Tidak jarang akibat tekanan yang ditimbulkan peluru tadi, pemakai rompi anti peluru akan menderita luka memar hingga patah tulang. Tentunya cidera juga tergantung dari jenis rompi anti peluru yang digunakan. Ini menunjukkan bahwa istilah rompi anti peluru (bullet proof vest) tidaklah tepat, istilah yang benar adalah rompi balistik (ballistic vest).
Level Rompi Balistik
Standar rompi balistik yang paling banyak digunakan adalah standar NIJ (National Institute of Justice) Amerika. Berdasarkan standar ini, rompi balistik dibagi menjadi beberapa tingkatan (level), yaitu level I, II-A, II, III-A, III, dan IV. Level I adalah tingkatan yang terendah, rompi balistik hanya dapat menahan peluru yang berkaliber kecil. Lengkapnya lihat gambar dibawah. Mulai level III rompi balistik akan dilengkapi dengan lempengan besi, sehingga mampu untuk menahan shotgun.
Dengan menggunakan material yang sekarang, makin tinggi tingkat keamanan yang diberikan, maka akan semakin tebal dan berat rompi balistik yang harus dikenakan. Ini tentunya merupakan kekurangan dari material tersebut. Atas dasar ini, pihak ilmuwan dan militer masih mengembangkan material baru yang lebih ringan dan juga lebih kuat.

Ditemukan Serat yang Lebih Kuat dari Kevlar


nanocarbons 460x306 Ditemukan Serat yang Lebih Kuat dari Kevlar

WASHINGTON (dp) — Ketergantungan industri otomotif pada material kuat dan ringan kevlar tampaknya akan segera tergantikan. Pasalnya, Departemen Pertahanan AS beberapa waktu lalu telah menemukan sebuah material semacam serat karbon yang diklaim memiliki kemampuan lebih hebat dari kevlar.

Kendati masih dalam proses pengembangan, Dephan AS berkeyakinan material serat yang akan diciptakan mampu menahan serangan peluru dan layak dikonsumsi untuk industri otomotif serta penerbangan.

Dalam dunia otomotif sendiri kevlar banyak digunakan untuk komponen bodi pada kendaraan-kendaraan khusus performa tinggi. Mobil F1, MotoGP, hingga helm banyak mengaplikasi material tahan panas yang ringan dan berkekuatan tinggi ini.

Menurut Dephan material tersebut dikonstruksi dari carbon nanotubes berikut polymer. “Kami ingin membuat generasi terbaru serat (nanotubes) yang kuat dan tangguh,” ujar profesor rancang bangun mekanik Horacio Espinosa dari Universitas Northwestern.

“Material ini (serat) akan sangat kuat. Dia mampu menyerap energi sebelum hancur. Kami juga masih meneliti sejauh mana kekuatannya bisa bertahan,” lanjut Espinosa.

Espinosa menambahkan Dephan dan Universitas Northwestern memerlukan biaya riset 7,5 juta dolar AS untuk penelitian material tersebut.

Selain meneliti daya tahan, para ilmuwan saat ini juga sedang mempelajari tentang kemungkinan membungkus carbon nanotubes agar lebih simpel sehingga lebih bersahabat untuk industri. 

 

http://www.dapurpacu.com/ditemukan-serat-yang-lebih-kuat-dari-kevlar/

Benang untuk Bumi, Bulan dan Matahari


Tahukah anda bahwa saat ini mesin rotor terbaru memiliki 500 unit penyuap sliver. Padahal, dengan 360 unit penyuap saja, apabila mesin pembuat benang ini bekerja dengan kecepatan normal, yaitu sebesar 200 m/menit, maka ia akan menghasilkan benang sepanjang kira-kira 3.500 km/jam atau 84.000 km/hari atau 2,52 juta km/bulan dan itu sama dengan 30,24 juta km/tahun. Sementara itu, jarak bumi dengan bulan sekitar 384.403 km, maka apabila mesin ini bekerja selama satu tahun saja, panjang benang yang dihasilkan akan setara dengan 79 kali jarak bumi dan bulan! Sedangkan apabila ada 20 mesin ini saja yang bekerja secara bersamaan selama satu tahun, maka panjang benang yang dihasilkan akan setara dengan 4 kali jarak bumi dan matahari! (jarak bumi matahari sekitar 149.680.000 kilometer) Sungguh suatu hasil yang menakjubkan bukan?

 

Sumber : http://thinktextiles.blogspot.com/2009/01/benang-untuk-bumi-bulan-dan-matahari.html

Perawatan Wol


Struktur kimia wol merupakan jenis protein yang disebut keratin, yang terjadi dari beberapa asam amino yang digabungkan membentuk rantai polipeptida yang diikat silang dengan ikatan sistina dan ikatan garam. Ikatan-ikatan silang ini menyebabkan wol bersifat lenting sehingga mudah kembali dari kekusutan, hal ini tentunya akan meringankan dalam penyetrikaan.

Pakaian wol harus didiamkan, agar bentuknya dapat pulih kembali. Penggantungan di atas air panas akan membantu menghilangkan kisut-kisut. Pakaian harus digantung sehingga udara dapat lewat atau mengalir bebas, karena serat wol cenderung menyerap bau-bauan.

Apabila menyimpan bahan wol, hendaknya bahan tersebut sudah bersih dan bebas dari noda-noda, kemudian bungkus dengan kertas dan ujung-ujung kertas dirapatkan. Wol rusak oleh alkali (dalam larutan NaOH 5 % mendidih wol segera larut) sehingga mudah diserang oleh serangga, untuk mencegahnya kerjakan dengan insektisida atau modifikasi kimia. Hindari mencuci wol dengan sabun. Waktu mencuci bahan wol harus berhati-hati, hendaknya digunakan air hangat, detergent yang lemah dan diaduk lembut. Saat mencuci wol tidak boleh digosok-gosok dan diremas-remas. Pembilasan harus dikerjakan berkali-kali hingga semua bersih. Waktu mengeringkan sebaiknya mendatar sehingga pembagian berat merata.

Bahan wol tidak mudah dikotori, sikat yang sangat baik berguna untuk merawat pakaian-pakaian wol. Sikat lembut dan kuat tidak hanya menghilangkan debu-debu tetapi juga akan menegakkan bulu-bulu yang tunduk. Kain atau pakaian yang masih lembab harus dibiarkan kering dulu sebelum disikat.

Wol bersifat higroskopis, tetapi melepaskan uap air perlahan-lahan, sewaktu menyerap uap air akan timbul panas. Pada musim dingin orang yang keluar dari dalam rumah yang berudara panas dan kering ke udara lepas yang berair, masih merasa hangat karena wol tersebut menyerap uap air yang akibatnya akan timbul panas. Penyerapan uap air berhubungan erat dengan sifat hangatnya. Serat wol tidak menyerap air dengan cepat, tetapi serat wol akan menyerap uap air dari badan atau udara sekitar, penyerapannya mencapai 30 % dari berat serat. Itu sebabnya kain wol disarankan untuk diproses dengan penyempurnaan tolak air.

 

Sumber : http://thinktextiles.blogspot.com/2009/02/perawatan-wol.html

Joseph Marie Jacquard (1752-1834): Revolusi Teknologi Tekstil dan Komputer (2)


Di dalam sejarah permesinan sendiri, mesin tenun Jacquard merupakan mesin pertama yang menggunakan alat pemrograman bagi seraggkaian operasional fungsi-fungsi pada mesin. Kartu berlubang yang desainnya sederhana tetapi sangat cerdas ternyata telah menjadi sumber inspirasi bagi lahir dan berkembangnya teknologi komputer. Hampir semua komputer menggunakan sistem pemrograman yang sama dengan prinsip kartu berlubang, yaitu pemrograman biner yang terdiri dari kode on dan off. Selain itu, ide untuk melakukan proses input dan output menjadi pilar penting lainnya dalam teknologi dan desain komputer. Kemudian kemampuan untuk mengubah corak atau desain pada mesin dengan kartu berlubang juga menjadi konsep perintis dalam pengembangan pemograman komputer dan pemrosesan data.

Pada tahun 1822, dua puluh tahun berselang sejak ditemukannya kartu berlubang Jacquard, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris terpengaruh dan mendapatkan ide dari penggunaan kartu tersebut untuk mengontrol serangkaian perhitungan dengan mesin analitiknya. Di tahun-tahun berikutnya, ide ini semakin berkembang dan menemukan bentuk aplikasinya yang lain. Tahun 1890 Herman Hollerith menggunakan kartu berlubang sebagai media penyimpanan data. Ia pun kemudian membuat serangkaian mesin untuk menghitung serangkaian data yang disimpannya dalam kartu berlubang secara elektromekanik. Melalui perusahaan yang didirikannya, yaitu Tabulating Machine Corporation, ia akhirnya mematenkan hak cipta atas penggunaan kartu berlubang ini. Ukuran kartu berlubang untuk pemrosesan data tersebut lebarnya 7 3/8 inchi, tinggi 3 ¼ inchi dengan ketebalan 0,007 inci.


Pada tahun 1928, Perusahaan Hollerith itu berubah nama menjadi IBM, yang selanjutnya berperan memperkenalkan kartu berlubang persegi panjang dengan format 80 kolom. Pada ahun 1938, Konrad Zesu yang baru saja dua tahun lulus dari TH Berlin German berhasil membuat mesin hitung Z1 dengan menggunakan pemograman biner secara elektronik dengan menggunakan punched tape (pita berlubang) . Tahun 1946 tercatat sebagai tahun dimana komputer elektronik penuh yang pertama berhasil dibangun. Komputer ini mampu memrogram ulang dengan cara mengatur ulang kabelnya agar dapat menyelesaikan segala jenis masalah perhitungan. Komputer itu bernama ENIAC, singkatan dari Electronic Numerical Integrator And Computer. Pada komputer generasi pertama ini punch card IBM digunakan sebagai unit pembacanya. Eniac beroperasi sampai tahun 1955 dan telah memberikan ide-ide dalam pengembangan komputer berikutnya.

Hingga di sini nampak jelaslah bagaimana temuan seorang Marie Jacquard telah mencetuskan revolusi teknologi di bidang tekstil dan juga meletakan dasar yang kokoh bagi terciptanya komputer di masa kini. Marie Jacquard meninggal pada usia 82 tahun pada tanggal 7 Agustus 1834.

Sumber Bacaan:

  1. Prof. Ralph Stelzer, Informatik für Maschinenbauer, TU-Dresden, 2008.
  2. http://www.community.middlebury.edu/~briggs/Courses/FYSE1060-F04/presentations/Jacquard.ppt
  3. http://www.nsri.upd.edu.ph/downloads/hjramos/2nd%20Sem/group_13_written_report.doc -
  4. http://www.encyclopedia.com/doc/1B1-368382.html
  5. http://www.csc.liv.ac.uk/~ped/teachadmin/histsci/htmlform/lect4.html
  6. http://www.screensite.org/courses/Jbutler/T389/ITHistoryOutline.htm
  7. http://www.madehow.com/inventorbios/96/Joseph-Marie-Jacquard.html
  8. http://en.wikipedia.org/wiki/Jacquard
  9. http://www.frankreich-sued.de/prominente-server/Joseph-Marie-Jacquard/Joseph-Marie-Jacquard.htm
  10. http://www.cs.uiowa.edu/~jones/cards/history.html

 

Sumber : http://thinktextiles.blogspot.com/2009/01/joseph-marie-jacquard-1752-1834.html